-->

Cara Membuat deskripsi bab IV PTK

Cara Membuat  deskripsi bab IV PTK

Kali ini kita akan belajar bagaimana cara membuat deskripsi bab iv PTK. Penyusunan Bab IV PTK atau bab hasil penelitian dan pembahasan dilakukan setelah melaksanakan penelitian. Semua hasil atau data yang di kumpulkan disajikan kemudian dibahas pada masing masing siklus. Dari bab inilah akan terlihat perkembangan hasil penelitian atau berhasil tidaknya penelitian yang dilakukan. Jika hasil yang diperoleh mencapai batas indikator keberhasilan sebagaimana pada bab III maka dikatakan penelitian ini berhasil. 

Bab IV PTK memuat Deskripsi kondisi awal, deskripsi siklus 1, deskripsi siklus 2 , siklus 3 dan seterusnya serta peneliti melakukan pembahasan yang mendalam pada masing masing siklus dan ,melakukan pembahasan antar siklus. 

Apa saja yang harus kita deskripsikan pada masing masing sub tadi mari kita simak penjelasannya!

A.    Deskripsi Kondisi Awal
Langkah langkah menyusun deskripsi awal
1. Pada bagian ini deskripsikanlah kapan data diambil, kelas yang mana yang diamati, pada materi
apa kondisi awal tersebut, metode pembelajaran apa yang digunakan pada kondisi awal (kondisi
sebelum diterapkannya model pembelajaran X )
2. susunlah data kondisi awal dalam bentuk menarik seperti tabel maupun diagram agar menarik.
sebagai contoh misalkan datanya seperti di bawah ini
"Data pengamatan meliputi pengamatan keaktifan siswa, pengamatan keterampilan proses,
pengamatan skor test hasil belajar."
Adapun hasil pengamatan pada kondisi awal adalah sebagai berikut
Tabel 4.1
Kondisi Awal Berbagai Indikator Pada Kondisi Awal

No
Indikator
Kondisi Awal (%)
Keterangan
1.
Keaktifan
20%

2.
Ketrampilan Proses
15%

3.
Kreatifitas
25%

4.
Hasil Belajar
40


Dengan sklala likert ( 1-5), keaktifan siswa baru mencapai 20 %. Ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa secara umum masih rendah. Untuk ketrampilan proses juga masih rendah sebesar 15%.  Dari kondisi tersebut setelah dilakukan test formatif ternyata rata-rata skor siswa adalah 40  pada skala 1 sd 100. Skor hasil belajar ini masih rendah berada di bawah KKM yang di tetapkan di SMP X. yaitu 70 Apabila di amati lebih rinci satu persatu dari indikator tabel di atas dapat di jelaskan sebagai berikut,
Tabel 4.2
Kondisi Awal Indikator Keaktifan

Indikator Keaktivan Siswa
Kondisi Awal (%)
A.
Partisipasi Mengawali Pembelajaran


1. Aktif mengawali jalannya pembelajaran

2. Aktif mengungkapkan pendapat

3. Aktif membantu memecahkan masalah yang Muncul  

B.
Partisipasi Dalam Proses Pembelajaran


1. Siap menerima pembelajaran

2. Aktif bertanya / menjawab pertanyaan

C.
Tugas dan Reaksi Tuagas


1.Siap Menerima Tugas

2.Aktif membuat tugas

3.Aktif mengajukan pertanyaan

4.Aktif menyelesaikan soal-soal yang diberikan


Rata- rata



Dari tabel indikator keaktifan di atas, terlihat .....................
            Untuk indikator ketrampilan proses, pada kondisi awal dapat dijelaskan seperti pada table berikut :
Tabel 4.3
Kondisi Awal Indikator Ketrampilan Proses

Indikator Ketrampilan Proses
Kondisi Awal
A.
Partisipasi Mengawali Pembelajaran


1. Terampil partisipasi dalam pembelajaran

2. Terampil membuat rangkuman

3. Jumlah pertanyaan yang dimunculkan

4. Jumlah jawaban yang di coba di selesaikan

B.
Partisipasi dalam proses Pembelajaran


1. Kemampuan menyelesaikan soal

2. Kemampuan bertanya / menjawab

3. Trampil berinisiatif pecahkan masalah

C.
Menutup Jalannya pembelajaran


1. Kemampuan merangkum hasil

2. Kemampuan menutup kegiatan

3. Trampil mengkoordinir tugas

D
Tugas dan Reaksi Tugas


1. Trampil melaksanakan tugas


Rata- rata

              Sumber : lampiran 1

Dari tabel 4.3 terlihat bahwa para siswa pada kondisi awal .....................

Hasil belajar siswa pada kondisisi awal dapat di jelaskan melalui tabel 4.5
                                                            Tabel 4.5       
                                  Hasil Belajar Siswa Pada Kondisi Awal

No
Hasil Belajar Siswa
Kondisi Awal
1
Nilai rata - rata hasil belajar siswa

2
Persentase Tingkat Kesalahan Siswa

3

Persentase Jumlah Siswa Yang Belum Mencapai KKM


            Sumber : Lampiran 16
           
Dari tabel 4.5 dilihat dari hasil test pada kondisi awal, rata-rata skor siswa pada kompetensi dasar tersebut adalah ........  Ini menunjukkan rata–rata tersebut masih dibawah batas ketuntasan (KKM) yang ditetapkan di SMP N..... yaitu ........

B. Deskripsi Siklus 1
1.      Perencanaan
Buatlah deskripsi perencanaan secara detil pada siklus 1. sebagai contoh amati deskripsi dibawah ini.
"Dari data kondisi awal, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan ketrampilan proses, keaktifan dan hasil belajar siswa. pada siklus 1 ini peneliti melakukan perbaikan dan pengembangan proses pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan adalah:
a.       Menyiapkan RPP pembelajaran yang disertai dengan media pembelajaran animasi power point yang di buat oleh guru yang ditayangkan pada LCD proyektor.
b.      Menyiapkan format pengamatan indikator keaktifan, dan keterampiran proses Menyiapkan soal soal test formatif
2.      Tindakan
Deskripsikanlah tindakan apa yang dilakukan pada siklus 1 sebagai contoh lihat deskripsi di
bawah ini
Tindakan berbeda dan merupakan pengembangan pembelajaran dari kondisi awal dilakukan peneliti pada siklus 1 ini adalah dengan mengembangkan model pembelajaran yaitu dalam mengajar peneliti menggunakan ...................... Adapun langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut.
........................................................................................................
3.      Hasil Pengamatan
Susunlah deskripsi hasil pengamatan pada siklus 1. Sebagai contoh lihat deskripsi berikut.
Pada siklus 1 ini guru menggunakan.............yang berbeda dengan kondisi awal. Adapun hasilnya dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 4.6
Perbandingan Pengamatan Kondisi Awal dan Siklus 1

No
Indikator
Kondisi Awal
Kondisi Siklus 1
Peningkatan (%)
1.
Keaktifan



2.
Ketrampilan Proses



3.
Hasil Belajar



Sumber : lampiran 1-20 diolah

Dari tabel 4.6  terliahat bahwa dengan menggunakan.........  keaktifan siswa mengalami kenaikan ........., ini menunjukkan siswa lebih aktif. indikator ketrampilan proses juga mengalami ..........., dan kreativitas indicator hasil belajar siswa juga mengalami ...........  dengan skorabel tersebut dapat dijelaskan pada tiap tiap indikator sebagai berikut :
Bila dilihat dari tabel 4.7 indikator keaktifan pada siklus 1 ini, mulai terlihat peningkatan keaktifan pembelajaran, keaktifan bertanya maupun menjawab dan peningkatan siswa dalam membuat tugas. Ini menunjukkan bahwa  dengan bantuan media animasi power point mampu merangsang lebih aktif. Siswa terangsang lebih aktif karena media tersebut mampu memecahkan persoalan yang sebelumnya abstrak, menjadi riil


Tabel 4.7
Kondisi Siklus 1 Indikator Keaktifan

Indikator Keaktivan Siswa
Siklus 1
A.
Partisipasi Mengawali Pembelajaran


1. Aktif mengawali jalannya pembelajaran
72
2. Aktif mengungkapkan pendapat

3. Aktif membantu memecahkan masalah yang Muncul  

B.
Partisipasi Dalam Proses Pembelajaran


1. Siap menerima pembelajaran

2. Aktif bertanya / menjawab pertanyaan

C.
Tugas dan Reaksi Tuagas


1.Siap Menerima Tugas

2.Aktif membuat tugas

3.Aktif mengajukan pertanyaan

4.Aktif menyelesaikan soal-soal yang diberikan

        
Rata- rata

     Sumber : lampiran 7

            Sedangkan indikator ketrampilan proses pada siklus 1, dapat dijelaskan sebagai berikut seperti tabel 4.8. Peningkatan yang cukup berarti pada ketrampilan poses di siklus 1 adalah pada peningkatan kemampuan bertanya dan menjawab siswa. Ini menunjukkan bahwa dengan media powerpoint para siswa terangsang untuk bertanya maupun menjawab. Hal ini menunjukkan penguasaan siswa mulai meningkat.

Tabel 4.8
Kondisi Siklus 1 Indikator Ketrampilan Proses

Indikator Ketrampilan Proses
Siklus 1
A.
Partisipasi Mengawali Pembelajaran


1. Trampil partisipasi dalam pembelajaran
68,9
2. Trampil membuat rangkuman
70,0
3. Jumlah pertanyaan yang dimunculkan
47,8
4. Jumlah jawaban yang di coba di selesaikan
68,3
B.
Partisipasi dalam proses Pembelajaran


1. Kemampuan menyelesaikan soal
67,8
2. Kemampuan bertanya / menjawab
71,7
3. Trampil berinisiatif pecahkan masalah
49,4
C.
Menutup Jalannya pembelajaran


1. Kemampuan merangkum hasil
66,1
2. Kemampuan menutup kegiatan
55,0
3. Trampil mengkoordinir tugas
44,4
D
Tugas dan Reaksi Tugas


1. Trampil melaksanakan tugas
61,7

Rata- rata
61,0
            Sumber : Lampiran 2

            Untuk indikator kreatifitas pada siklus 1 dapat dijelaskan pada table sebagi berikut pada tabel 4.9. Pada tabel tersebut terlihat bahwa kreatifitas mulai tumbuh. Para siswa mulai terbuka terhadap pengalaman baru, dari melihat penayangan power point tersebut. Para siswa mulai panjang atau banyak akalnya, berfikir lebih flkesibel, dan mulai dapat menanggapi dengan kalimat yang lebih banyak.
         
     Tabel.4.9
Kondisi Siklus 1 Indikator Kreatifitas

No
Indikator Kreatifitas
Siklus 1
1
Keingintahuan sangat besar
87,2
2
Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru
72,8
3
Panjang / Banyak akal
75,6
4
Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan
56,1
5
Bergairah dalam melaksanakan tugas
61,7
6
Berpikir fleksibel
70,6
7
Menanggapi pertanyaan dan cenderung memberi jawaban yang lebih banyak
72,8
8
Kemampuan membuat analisis dan sintesis
71,7
9
Memiliki semangangat bertanya
57,8
10
Memiliki daya abstrak yang cukup baik
57,2

Rata- rata
68,3
                  Sumber : lampiran 12

Untuk mengetagui prestasi hasil belajar siswa pada siklus 1 perhatikan tabel 4.10

Tabel 4.10
Hasil Belajar Siswa Pada Kondisi Siklus 1

No
Hasil Belajar Siswa
Siklus 1
1
Nilai rata - rata hasil belajar siswa
79,0
2
Persentase Tingkat Kesalahan Siswa
21,0
3
Persentase Jumlah Siswa Yang Belum Mencapai KKM
6,0
                  Sumber : Lampiran 17

Dari tabel 4.10 Para siswa mulai memahami kompetensi yang diajarkan oleh guru, ini ditandai dengan meningkatnya rata-rata skor siswa yang semula 73,7 menjadi 79,0. Dan siswa yang belum tuntas tinggal 6 siswa.  Tingkat kesalahan siswa juga terjadi penurunan hingga tinggal 21 %. 

4.      Refleksi
Dengan demikian tindakan guru pada siklus 1 yaitu pengembangan model pembelajaran dengan menambah media animasi power point pada pembelajaran tiga dimensi ini mampu merangsang imajinasi siswa yang semula pada wilayah abstrak secara perlahan –lahan dapat menjadi riil, dengan demikian mempermudah pemahaman siswa. Dengan siswa memahami maka prestasi hasil belajar siswa juga meningkat.
C.     Deskripsi Siklus 2
1.      Perencanaan
sebagaimana siklus 1 pada siklus 2 langkah langkahnya sama. lihat contoh berikut!
Dari data kondisi siklus 1, untuk lebih meningkatkan kreatifitas, ketrampilan proses, keaktifan dan prestasi hasil belajar siswa, maka peneliti melakukan perbaikan dan pengembangan dalam proses pembelajaran pada siklus 2, adapaun pembelajaran pada siklus 2 ini di laksanakan pada hari Selasa 18 mei dan Jumat 21 Mei 2010 dengan persiapan sebagai berikut:
  1. Menyiapkan RPP dengan penekanan guru masih membantu penggunaan media power point  tetapi guru menambah pemberian tugas mandiri tidak terstruktur berupa pembuatan animasi gerak yang akan dipresentasikan dihadapan teman-temannya
  2. Menyiapkan bentuk tugas mandiri tidak terstruktur
  3. Membentuk kelompok kerja
  4. Menyiapkan soal test formatif
2.      Tindakan
Tindakan yang dilakukan guru pada siklus 2 ini adalah mengembangkan model pembelajaran dengan penugasan animasi gerak power point secara berkelompok. Setelah tugas tersebut jadi kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh siswa di depan teman-temannya, untuk di tanggapi teman-temannya satu kelas. 
Adapun perbubahan dan perkembangan model pembelajaran pada tiap siklus dijelaskan seperti pada table berikut :

No
Kondisi
Tindakan Guru Pada Tiap Siklus

1.
Kondisi Awal
Indikator : Menentukan sudut antara garis dan bidang
Mengajar dengan metode utama ceramah dan Tanya jawab, tanpa bantuan media animasi power point dalam pembelajaran, media yang digunakan hanya papan tulis

2.
Siklus 1
Indikator : Menentukan sudut antara dua bidang
Mengajar dengan metode utama ceramah dan Tanya Jawab, dilengkapi dengan  bantuan media ICT buatan guru dalam pembelajaran

2.
Siklus 2
Indikator : Menentukan sudut antara dua garis saling bersilangan
Mengajar dengan metode utama ceramah dan Tanya jawab, dilengkapi dengan  bantuan media ICT buatan guru dalam pembelajaran, guru menambah dengan penugasan animasi power point dan dilanjutkan dengan presentase siswa untuk ditanggapi teman-teman satu kelas







3.      Hasil Pengamatan

Tabel 4.11
Perbandingan Pengamatan Kondisi Siklus 2

No
Indikator
Kondisi Awal
1.
Keaktifan
74
2.
Ketrampilan Proses
68,6
3.
Kreatifitas
76,8
4.
Hasil Belajar
90,3
                        Sumber : lampiran 1-20 diolah

Dari tabel 4.11 dapat di jelaskan bahwa keempat indikator mengalami kenaikan yang cukup berarti, para siswa sudah berani tampil di depan kelas tanpa canggung lagi 
Adapun penjelasan tiap-tiap indicator pada siklus 2 dapat di jelaskan sebagai berikut :


Tabel 4.12
Kondisi Siklus 2 Indikator Keaktifan

Indikator Keaktivan Siswa
Siklus 2
A.
Partisipasi Mengawali Pembelajaran


1. Aktif mengawali jalannya pembelajaran
79
2. Aktif mengungkapkan pendapat
61
3. Aktif membantu memecahkan masalah yang Muncul  
63
B.
Partisipasi Dalam Proses Pembelajaran


1. Siap menerima pembelajaran
83
2. Aktif bertanya / menjawab pertanyaan
76
C.
Tugas dan Reaksi Tuagas


1.Siap Menerima Tugas
80
2.Aktif membuat tugas
86
3.Aktif mengajukan pertanyaan
63
4.Aktif menyelesaikan soal-soal yang diberikan
72

Rata- rata
74
            Sumber : Lampiran. 8

Bila diamati melalui indikator keaktifan, pada siklus 2 ini, para siswa mulai terlihat antusias dalam memulai pembelajaran, tampak bersemangat, tidak canggung lagi dalam tanya jawab, dan aktif dalam menyelesaikan tugas-tugas yang saya berikan.



Tabel 4.13
Kondisi Siklus 2 Indikator Ketrampilan Proses

Indikator Ketrampilan Proses
Siklus 2
A.
Partisipasi Mengawali Pembelajaran


1. Trampil partisipasi dalam pembelajaran
72,2
2. Trampil membuat rangkuman
78,9
3. Jumlah pertanyaan yang dimunculkan
59,4
4. Jumlah jawaban yang di coba di selesaikan
69,4
B.
Partisipasi dalam proses Pembelajaran


1. Kemampuan menyelesaikan soal
75,0
2. Kemampuan bertanya / menjawab
76,7
3. Trampil berinisiatif pecahkan masalah
59,4
C.
Menutup Jalannya pembelajaran


1. Kemampuan merangkum hasil
67,8
2. Kemampuan menutup kegiatan
65,0
3. Trampil mengkoordinir tugas
56,7
D
Tugas dan Reaksi Tugas


1. Trampil melaksanakan tugas
74,4

Rata- rata
68,6
            Sumber : Lampiran. 3

Untuk ketrampilan proses,  pada siklus 2 nampak jelas para siswa trampil melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh peneliti. Kemampuan bertanya siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan. Para siswa juga aktif berpartisipasi dalam pembelajaran, hal ini terlihat pada saat perentasi.
                                      Tabel 4.14
Kondisi Siklus 2 Indikator Kreatifitas

No
Indikator Kreatifitas
Siklus 2
1
Keingintahuan sangat besar
91,7
2
Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru
80,0
3
Panjang / Banyak akal
84,4
4
Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan
67,2
5
Bergairah dalam melaksanakan tugas
74,4
6
Berpikir fleksibel
73,3
7
Menanggapi pertanyaan dan cenderung memberi jawaban yang lebih banyak
78,9
8
Kemampuan membuat analisis dan sintesis
75,6
9
Memiliki semangangat bertanya
71,7
10
Memiliki daya abstrak yang cukup baik
70,6

Rata- rata
76,8
                  Sumber : lampiran 13

Pada siklus 2 siswa terlihat lebih kreatif. Kondisi kelas lebih hidup terlihat pada presentasi dan terjadi dua arah. Siswa sudah mampu menganalisis dan mensintesis tugas-tugas yang di berikan. Kreatifitas siswa tampak pada variasi-variasi hasil pekerjaan siswa yang di tampilkan, ini menunjukkan bahwa para siswa memiliki panjang akal.
Tabel 4.15
Hasil Belajar Siswa Pada Kondisi Siklus 2

No
Indikator Kreatifitas
Siklus 2
1
Nilai rata - rata hasil belajar siswa
90,3
2
Persentase Tingkat Kesalahan Siswa
9,7
3

Persentase Jumlah Siswa Yang Belum Mencapai KKM

3,0
(8,3%)

                        Sumber : Lampiran 18
           
Hasil tes kompetensi dasar pada siklus 2 ini terlihat, rata-rata skor perolehan siswa meningkat dengan pencapaian skor 90,3. Tingkat kesalahan siswa tinggal 9,7 % dan hanya tinggal 3 siswa yang belum memenuhi KKM

4.      Refleksi
Dengan demikian pembelajaran dengan penugasan yang dipresentasikan mampu merangsang dan membangkitkan motivasi siswa untuk tampil menjadi yang terbaik dihadapan siswa. Dengan demikian tiap – tiap siswa akan berusaha meningkatkan kemampuannya, sehingga prestasi akhir hasil belajar siswa juga akan meningkat. Dengan bekerja secara berkelompok di luar jam pelajaran para siswa menjadi tidak canggung lagi dalam berkreatifitas, berdiskusi dan mengemukakan pendapatnya. Hal ini akan terbawa pada pembelajaran dikelas.

C.     Pembahasan Tiap Siklus dan Antar Siklus
Untuk melihat kemajuan siswa pad tiap siklus pada indicator keaktifan dapat dijelaskan pada tabel 4.16
Tabel 4.16
Perbandingan Indikator Keaktifan Pada Antar Siklus

Indikator Keaktivan Siswa
Kondisi Awal
Siklus 1
Siklus 2

%
peningkatan
A.
Partisipasi Mengawali Pembelajaran





1. Aktif mengawali jalannya pembelajaran
67
72
79
17,9
2. Aktif mengungkapkan pendapat
35
46
61
74,3
3. Aktif membantu memecahkan masalah yang Muncul  
36
43
63
75
B.
Partisipasi Dalam Proses Pembelajaran





1. Siap menerima pembelajaran
80
80
83
3,75
2. Aktif bertanya / menjawab pertanyaan
67
72
76
   13,4
C.
Tugas dan Reaksi Tuagas





1.Siap Menerima Tugas
80
80
80
0
2.Aktif membuat tugas
69
81
86
24,6
3.Aktif mengajukan pertanyaan
24
44
63
162,5
4.Aktif menyelesaikan soal-soal yang diberikan
48
65
72
50

Rata- rata
56
65
74
32,1
            Sumber 1-20 diolah
           
Dari tabel diatas dapat terliahat siswa menjadi lebih aktif. Keaktifan siswa rata-rata meningkat 32,1%. Peningkatan teringgi pada keaktifan bertanya yaitu 162,5 % dari kondisi awal. Aktif dalam mengungkapkan pendapat meningkat 74, 3 % dan aktif membantu memecahkan masalah yang muncul meningkat 75 %
Untuk indikator ketrampilan proses dapat dijelaskan melalui tabel 4.16
Tabel 4.16
Perbandingan Indikator Ketrampilan Pada Antar Siklus


Indikator Ketrampilan Proses
Kondisi Awal
Siklus 1
Siklus 2
% kenaikan
A.
Partisipasi Mengawali Pembelajaran





1. Trampil partisipasi dalam pembelajaran
60,0
68,9
72,2
20,3
2. Trampil membuat rangkuman
68,3
70,0
78,9
15,5
3. Jumlah pertanyaan yang dimunculkan
34,4
47,8
59,4
72,6
4. Jumlah jawaban yang di coba di selesaikan
67,8
68,3
69,4
2,3
B.
Partisipasi dalam proses Pembelajaran





1. Kemampuan menyelesaikan soal
63,9
67,8
75,0
17,37
2. Kemampuan bertanya / menjawab
67,2
71,7
76,7
14,1
3. Trampil berinisiatif pecahkan masalah
39,4
49,4
59,4
50,8
C.
Menutup Jalannya pembelajaran





1. Kemampuan merangkum hasil
65,0
66,1
67,8
4,3
2. Kemampuan menutup kegiatan
51,7
55,0
65,0
25,7
3. Trampil mengkoordinir tugas
30,0
44,4
56,7
89
D
Tugas dan Reaksi Tugas





1. Trampil melaksanakan tugas
55,6
61,7
74,4
33,8

Rata- rata
54,8
61,0
68,6
25,18
Sumber: lampiran 1-20 diolah

      Dari tabel 4.16 bila dibandingkan dengan semula para siswa mengalami peningkatan mengkoordinasikan tugas cukup tinggi yaitu 89 %. Peningkatan jumlah pertanyaan 72,6 %  dan peningkatan inisiatif untuk memecahkan masalah  50,8 %. Ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan proses dalam pembelajaran  yaitu sebesar  25,18 %
            Sedangkan perbandingan antar siklus pada indikator kreatifitas siswa
      dapat  dijelaskan seperti pada tabel 4.18
Tabel 4.18
Perbandingan Indikator Kreatifitas Pada Antar Siklus

No
Indikator Kreatifitas
Kondisi Awal
Siklus 1
Siklus 2
% peningkatan
1
Keingintahuan sangat besar
86,1
87,2
91,7
6,5
2
Bersikap terbuka terhadap pengalaman baru
68,3
72,8
80,0
17,1
3
Panjang / Banyak akal
46,7
75,6
84,4
80,7
4
Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan
51,1
56,1
67,2
31,5
5
Bergairah dalam melaksanakan tugas
51,1
61,7
74,4
45,6
6
Berpikir fleksibel
67,8
70,6
73,3
8,1
7
Menanggapi pertanyaan dan cenderung memberi jawaban yang lebih banyak
68,9
72,8
78,9
14,5
8
Kemampuan membuat analisis dan sintesis
68,9
71,7
75,6
9,7
9
Memiliki semangangat bertanya
48,9
57,8
71,7
46,6
10
Memiliki daya abstrak yang cukup baik
40,0
57,2
70,6
76,5







Rata- rata
61,7
68,3
76,8
24,5
Sumber: lampiran 1-20 diolah

               Dari tabel 4.18 dapat di jelaskan bahwa siswa mengalami peningkatan kreatifitas sebesar 24,5 % ini menunjukkan siswa lebih kreatif. hal ini di dukung dengan peningkatan  karakter siswa dalam hal panjang akalnya sebesar 80,7 %, lebih bergairah dalam menjalankan tugas dan meningkat 45,6 % . dan memiliki daya abstrak yang lebih baik dan meningkat hingga 76,5 %.

              
Untuk indikator Prestasi hasil belajar mulai dari kondisi awal sampai dengan siklus 2 dapat di jelaskan melalui tabel 4.19
Tabel 4.19
Perbandingan Hasil Belajar Siswa
Pada kondisi Awal, Siklus 1, dan Siklus 2

No
Hasil Belajar Siswa
Kondisi Awal
Siklus 1
Siklus 2
% peningkatan
1
Nilai rata - rata hasil belajar siswa
73,7
79,0
90,3
22,5
2
Persentase Tingkat Kesalahan Siswa
26,3
21,0
9,7
- 63,1
3
Persentase Jumlah Siswa Yang Belum Mencapai KKM
12,0
(30%)
6,0
(16,7%)
3,0
(8,3%)
- 72,3
            Sumber lampiran 1-20 diolah

Dari tabel 4.19 terlihat bahwa prestasi hasil belajar siswa meningkat hingga 22,5 % dari semula. Dan kesalahan siswa menurun hingga 63,1 % . jumlah siswa yang skornya di bawah KKM juga semakin berkurang, jumlanya menurun hingga 72,3 %.

D.    Hasil Penelitian
Pengembangan model pembelajaran dengan penugasan pembuatan animasi power point dapat dijelaskan seperti tabel 4.20
Tabel 4.20
Perbandingan Pengamatan Kondisi Awal dan Siklus 1

No
Indikator
Kondisi Awal
Siklus 1
Peningkatan
Dari awal ke siklus1 (%)
Siklus 2
Peningkatan
Dari awal ke siklus2 (%)
1.
Keaktifan
56
65
17,8
74
32,1
2.
Ketrampilan Proses
54,8
61
11,3
68,6
25,2
3.
Kreatifitas
61,7
68,3
10,7
76,8
24,5
4.
Hasil Belajar
73,7
79,0
7,1
90,3
22,5
4.
Tingkat Kesalahan siswa

26,3

21,0

-20,1

9,7

-63,1

Sumber : lampiran  1-20 diolah

Dari tabel 4.20 dapat di jelaskan bahwa pembelajaran dengan penugasan pembuatan animasi power point mampu meningkatkan keaktifan siswa sebesar 32,1 %. Ketrampilan proses siswa mampu meningkat 25,2 %, kreatifitas siswa mampu meningkat 24,5 % dan prestasi belajar siswa naik hingga 22,5 %. Serta mampu meminimalkan / menurukkan kesalahan siswa hingga tinggal 9,7 %.  Perhatikan grafik 4.1 dan 4.2

D.    Keterbatasan Penelitian 
Dari grafik 4.1 terlihat bahwa kreatifitas siswa meningkat secara pasti , sedangkan pada grafik 4.2 memperlihatkan bahwa tingkat kesalahan siswa menurun tajam dari siklus satu ke siklus 2
           
  Demikianlah langkah langkah cara membuat deskripsi Bab IV PTK. Semoga bermanfaat!

LihatTutupKomentar